Catatan Rahmatdi

Hanya bercerita, berharap didengar dan berharga

Semakin Habis (2)

“Emangnya kamu gak bisa sedikit menikmati hidup kayak si X.” Komentar salah seorang teman melihat aktivitasku yang terbilang dini untuk memikirkan skripsi.

“Karena sekarang waktuku untuk memperjuangkan hidup, dan bukan menikmati hidup”. Jawabku spontan dengan sedikit tertawa. Temanku pun membalasnya dengan sedikit tertawa. Sebenarnya, ini bukan hal yang patut ditertawakan. Namun, aku tetap berusaha tertawa, setidaknya untuk menunjukkan bahwa aku juga menikmati hidup.

Pembicaraan bersama temanku tentang kehidupan selasai sampai disitu. Akan tetapi, aku masih terus memikirkan pertanyaannya.

“Aku pun ingin seperti si X.” Kataku dalam hati. Si X bisa berlama-lama belajar di sini. Bahkan, dia bisa memiliki banyak waktu untuk mengikuti exchange program dan menikmati hidupnya. Kadangkala, aku memang menaruh iri pada teman seperti si X ini. Jangankan pada si X yang sudah mampu ke luar negeri, pada temanku yang hanya baru bermimpi untuk dapat mengikuti exchange program saja aku sudah iri. Karena jujur, aku bahkan aku takut untu bermimpi. Tetapi, apakah benar aku tak menikmati hidup.

***
Beberapa kali aku melamun kembali, membayangkan jalan kehidupanku yang mengantarkan aku hingga di sini. Memang banyak perjuangan. Bagiku, bukan jalan mulus yang kulalui untuk sampai di sini. Kalau kalian tahu, sudah tak terhitung berapa banyak air mata kesedihan dan haru yang menetes.

Namun, aku percaya bahwa semua orang pasti pernah melakukan sebuah perjuangan untuk suatu hal, bahkan untuk sesuatu yang sebelumnya tak pernah dimimpikan. Juga diriku.  Aku ingin terus belajar dan berjuang mewujudkan mimpi besarku.

Beberapa kali aku melamun kembali, aku sadar bahwa jawaban spontanku tentang kehidupan itu salah. Mungkin memang benar, sekarang, aku baru memperjuangkan hidup, namun bukan berarti aku tidak menikmati hidup. Aku berjuang, dan aku menikmati perjuangan ini.

Terakhir di ceritaku kali ini, aku ingin berkata bahwa aku sangat bersyukur dengan jalan kehidupanku yang dipercayakan oleh Allah untuk kulalui. J

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.